
Program swasembada daging merupakan sebuah program yang melibatkan segenap masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging yang diperoleh dari dalam negeri. Pemerintah telah mencanangkan program ini setidaknya sudah sejak tahun 2005, lantas belum tercapai alias gagal, gagal pada tahun 2005, pemerintah pun mencanangkan Swasembada Daging 2010, belum selesai tahun 2010, nampaknya pemerintah harus mencanangkan kembali program Swasembada Daging 2014.
Peran serta semua pihak mejadi kunci dalam keberhasilan ini. Namun demikian, iktikad dan komitmen dari semua pihak tentunya harus ditingkatkan. Jangan sampai kita mengulangi kegagalan yang sudah terjadi. Atau jangan sampai program ini menjadi komoditas politik yang kemudian nanti hanya jadi bahan rebutan partai dalam kampanye. Sungguh memalukan!
Menurut Harian Bisnis Indonesia, belum lama ini Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan peta-jalan (road map) menuju swasembada daging pada 2014 akan rampung pada September 2009 mendatang. Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kelautan, Perikanan dan Peternakan, Juan Permata Adoe, menegaskan draft road map berisi masukan-masukan serta gagasan yang menampung aspirasi kepentingan dari dua sisi yang menjadi unsur pendukung dalam implementasinya yaitu pihak pemerintah dan swasta.
Pada tahun 2009 ini Menteri Pertanian yang sekarang di Jabat oleh Ir. H. Suswono, MMA memaparkan program-programnya dalam mendukung swasembada daging 2014 di dalam seminar nasional pengembangan ternak potong untuk mewujudkan program kecukupan/swasembada daging di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sabtu (7/11). Program Suswono dalam rangka mewujudkan swasembada daging 2014 antara lain:
- Memperbanyak jumlah populasi sapi induk melalui program kredit usaha pembibitan sapi.
- Memanfaatkan lahan-lahan yang masih potensial untuk peternakan. Integrasi perkebunan sawit dengan peternakan sapi diproyeksikan dapat menghasilkan 50.000 sapi dalam lima tahun.
- Meningkatkan jumlah kelahiran anak sapi menjadi 100.000 ekor dalam lima tahun.
- Pendampingan pada peternak rakyat, hal ini mengingat lebih dari 90 % ternak sapi dipelihara oleh sekitar 6,5 juta rumah tangga di pedesaan dengan pengetahuan peternakan yang minim.
- Adanya penyediaan pakan lokal, areal perkebunan serta hutan bisa menjadi sumber pakan sapi yang sangat potensial.


